You are here

Disini Kami Mengerti Cara Mencintai Mataram

(GBP-Mataram) “Mengapa kami mau ikut aktif dalam organisasi Galang Boelan? Pertanyaan itu tidak jarang kami dengar,” ungkap Lalu Saiful Bahri, tokoh pemuda Karang Sukun Mataram.

“Bukan hanya bertanya, banyak juga pihak yang langsung menerka, bahkan memvonis bahwa kami ikut Galang Boelan karena ada kepentingan pribadi semata” sambung pemuda yang akrab disapa Epol ini.

“Dan mereka salah!” tegasnya menjawab.

Menurut Epol, ada satu hal yang akan sangat sulit dijelaskan dan dimengerti pihak luar organisasi. Yaitu bagaimana sosok pendiri Galang Boelan begitu menginspirasi. Bahkan memori tentang HM Ruslan saja sudah sangat mampu membakar semangat militansi bagi siapapun yang mau meresapi caranya mengayomi Kota Mataram ini.

“Kisah-kisah almarhum (HM Ruslan, Walikota Mataram 1999 – 2010, red) tentang bagaimana cara beliau memimpin sambil mengayomi kota ini, sangat menginspirasi,” ungkap Epol.

Dari sikap dan tindak tanduk HM Ruslan selama berkiprah untuk Kota Mataram, Epol mengaku belajar banyak tentang cara berkhidmat untuk Mataram.

“Beliau sangat tegas, juga sangat lembut. Sering sekali Beliau ikut duduk bersama kami para pemuda ditempat kami biasa nongkrong-nongkrong dulu. Beliau itu tidak pernah nampak canggung duduk bersama kami, meskipun di pinggir jalan,” ungkapnya.

HM Ruslan dikenal sering berkeliling di malam hari menggunakan sepeda motor sendirian. Nampaknya Ia ingin memastikan sendiri seperti apa kondisi Kota Mataram yang dipimpinya.

Ia juga dikenal sangat terbiasa mengunjungi kumpulan pemuda yang sedang duduk bareng meski di pinggir jalan sekalipun. Ia selalu ramah dan akrab, namun tegas saat menemukan ada hal yang harus ditegur dan dibina.

Menurut Epol juga bahwa mencintai tanah kelahiran dan kebanggan akan kampung halaman, belakangan menjadi hal yang tidak terlalu penting bagi sebagian orang. Pepatah yang mengatakan bahwa “rumput tetangga selalu tampak lebih hijau”, semakin hari semakin terimplementasi nyata di kalangan para pemuda. Sehingga semakin banyak pemuda yang tampak lebih mengagungkan wilayah dan adat budaya luar daerah, bahkan luar negeri dibanding budaya dan adatnya sendiri.

“Galang Boelan mengajari kami cara mencintai tanah kelahiran kami. Inspirasi tentang HM Ruslan mengajari kami bagaimana cara yang tepat dan baik untuk berbuat bagi masyarakat kota ini,” ungkapnya.

“Jadi menurut saya makna Galang Boelan adalah tentang pengabdian, bukan kepentingan” tutupnya tegas. (red)

Leave a Reply

Top